Jurnalpolisinasional.com – KBB, Peralihan musim atau pancaroba menjadi ancaman besar yang harus dihadapi oleh pembudidaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Saguling di kawasan Bongas, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Terbaru, lebih dari 10 ton ikan mengalami mati massal akibat fenomena upwelling yang kerap terjadi saat pancaroba.
Upwelling atau pembalikan air merupakan fenomena naiknya air dari dasar waduk ke permukaan yang membawa sisa pakan, kotoran ikan, hingga gas beracun.
“Ini siklus tahunan ya, saya pribadi 5 ton (ikan mati) dalam dua hari, untuk daerah Ugrem teman saya sekitar 5-6 ton yang mati, kerugian di atas 100 juta,” kata Teten (52), salah satu pembudidaya ikan KJA Waduk Saguling di Desa Bongas, Cililin, Bandung Barat, saat ditemui Selasa (3/11/2026).
Teten mengungkapkan, ikan yang mengalami mati massal telah terjadi sebanyak dua kali di akhir bulan Oktober 2026. Potensi terjadinya kematian massal ikan akibat upwelling di KJA Waduk Saguling diprediksi masih terbuka hingga bulan Desember 2026.
“Ini di sini sudah dua kali di akhir bulan kemarin, sampai akhir tahun upwelling sangat mungkin terjadi, khawatir pasti, kita berharap kemarin (mati massal adalah yang terakhir) jangan terjadi lagi,” ungkapnya.
Langkah-langkah antisipatif telah dilakukan Teten maupun pembudidaya ikan KJA Waduk Saguling. Mulai dari pengurangan jumlah ikan dalam setiap petak KJA hingga menggunakan alat bantu penyuplai oksigen dalam air atau aerator.
Yang bisa kita lakukan ya ikhtiar, seperti pengurangan kapasitas ikan, menggunakan alat bantu, alkon, kita bantu oksigen, meski itu pun tidak menjamin. Karena banyak faktor lain juga kan,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB yang dicatat sejak 31 Oktober hingga 1 November 2026, ikan yang mengalami mati massal di KJA Waduk Saguling mencapai 22,12 ton.
Data itu berdasarkan catatan petugas dari KJA Waduk Saguling blok Bongas (Cililin), Ugrem (Cililin), Balong (Cililin), Pakuwon (Desa Jati), Cijati (Desa Saguling), dan Mariuk (Desa Girimukti).
Kejadian ini akibat dari hujan terus-menerus yang membuat aliran sungai yang bermuara ke Waduk Saguling membawa limbah air kotor sehingga air waduk menjadi keruh membuat ikan pada mati. Jenis ikan yang mengalami kematian didominasi ikan mas,” kata Kepala Dispernakan Bandung Barat, Wiwin Aprianti.
**Ridwan












