Ciamis,jurnalpolisinasional.com.Program Ketahanan pangan Ketua Bidang Sumber Daya Manusia (SDM)Barisan Patriot Bela Negara angkat bicara ketika menemukan kejanggalan terkait tatakelola penyaluran pengadaan hewani dari sumber anggaran dana desa 2022.semerawut seperti yang terjadi di desa karangpaningal kecamatan Tambaksari tidak berpedoman terhadap Perbup Nomer 50 tahun 2019 tentang pengadaan barang dan jasa.
Seharusnya dengan adanya program ini harus dimanfaatkan dengan sebaik baiknya bukannya dijadikan bancakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok
Semestinya program atau kegiatan ketahanan pangan dan hewani menjadi berkelanjutan karena merupakan salah satu tujuan pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) yaitu mewujudkan desa tanpa kelaparan (SDGs ke-2)diharapkan mampu memecahkan permasalahan kekurangan gizi bagi kelompok sasaran konvergensi pencegahan stunting maupun masyarakat secara umum.

Program atau kegiatan ini bukan hanya untuk dimanfaatkan di tahun 2022 akan tetapi akan terus dilakukan agar di tahun tahun berikutnya masyarakat bisa menikmati program atau kegiatan ini secara berkelanjutan tentu pentingnya komitmen pemerintah desa dengan penerima manfaat harus dibuatkan terlebih dahulu dituangkan dalam regulasi tingkat desa akan menjadi salah satu prioritas yang diutamakan”ujar Hardedi
12/08/2023
Yang terjadi di desa karangpaningal kecamatan Tambaksari akibat tidak matang dalam perencanaan awal akhirnya program ini jadi semerawut, awak media dan tim mencoba menelusuri kelapangan ternyata untuk kelompok Pudak jaya dusun Pohat kambing awalnya 25 ekor mati 13 sisanya di jual sekarang tinggal kandangnya begitu juga dengan kelompok Mekar Mandiri dusun Ciloa kambing awalnya 25 ekor sekarang tinggal kandangnya
Pengadaan Ketahanan pangan hewani menelan anggaran Rp.151.050.000.sumber dana desa tahap 1 tahun 2022. Dan ketika awak media mencoba konfirmasi atas 2 (dua) temuan dari program pengadaan hewani dan pembanguna/rehab sarana dan prasarana posyandu Piktif sumber dana desa tahap 3 tahun 2022 dengan anggaran Rp,25.000.000.Setelah disampaikan kepada kepala desa dikantor desanya, “Ngudiarto” pun hanya menjawab saya tidak tau yang tau kasi dan kaur coba datang lagi kalau lagi ngumpul maaf saya mau ada acara”Jawab Ngudiarto
Red Fahmi n tim












