LEBAK, JurnalPolisiNasional.com— Penutupan aktivitas galian C di wilayah Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, mendapat respons positif dari masyarakat. Warga, khususnya para orang tua siswa, mengaku merasa lebih aman dan nyaman setelah aktivitas galian tersebut dihentikan.
Sejumlah warga menyebut, keberadaan aktivitas galian C selama ini menimbulkan keresahan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah lalu-lalang kendaraan pengangkut tanah yang melintas di sekitar lingkungan masyarakat dan sekolah.
Para orang tua siswa mengaku sebelumnya merasa khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka ketika berada di lingkungan sekolah, mengingat banyaknya kendaraan pengangkut tanah yang melintas.
“Setelah adanya penutupan galian tersebut, kami selaku orang tua siswa merasa nyaman selama anak-anak berada di lingkungan sekolah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah peduli terhadap warga,” ujar salah seorang orang tua siswa.
Hal senada disampaikan Iyus, petugas keamanan di SDN 2 Maja. Ia mengatakan, sebelum aktivitas galian ditutup, dirinya bersama para orang tua siswa kerap merasa waswas dengan kondisi lalu lintas kendaraan pengangkut tanah di sekitar sekolah.
“Memang benar apa yang disampaikan sejumlah orang tua siswa. Saat kendaraan tanah masih beroperasi, kami selalu khawatir terhadap anak-anak karena banyak truk tanah yang berlalu-lalang,” kata Iyus.
Menurutnya, kondisi setelah penutupan galian C membuat lingkungan sekolah terasa lebih aman dan memberikan rasa lega bagi dirinya dalam menjalankan tugas sebagai petugas keamanan.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan penutupan galian, saya sebagai security di sekolah merasa lega dan tidak merasa waswas. Secara pribadi saya berterima kasih kepada pemerintah yang sudah peduli terhadap warga,” tuturnya.
Warga berharap penutupan aktivitas galian tersebut dapat memberikan dampak positif bagi keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama bagi para siswa yang setiap hari menjalani aktivitas belajar di sekolah.
Masyarakat juga berharap perhatian terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan warga dapat terus dilakukan, sehingga aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.(Dayat/AS)












