Jurnalpolisinasional.com – KBB, Krisis air bersih yang mulai meluas di lima kecamatan memaksa Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mempercepat pembangunan 48 sumur bor sebagai langkah menghadapi musim kemarau 2026. Pembangunan infrastruktur air bersih itu dilakukan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi ketika sumber-sumber air mulai mengering.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, pembangunan sumur bor atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tersebut tersebar di berbagai desa yang rawan mengalami kesulitan air bersih.
“Kami mempercepat pembangunan sumber air melalui pengeboran sumur bor atau SPAM di 48 titik yang tersebar di berbagai desa, setiap titik disertai penyediaan toren atau tandon air agar distribusi air kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujar Jeje melalui keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).
Lima Kecamatan di Bandung Barat Dilanda Kekeringan, Warga Mulai Krisis Air Bersih Percepatan pembangunan itu dilakukan setelah hasil pemantauan menunjukkan lima kecamatan mulai terdampak kekeringan, yakni Cipatat, Cikalongwetan, Sindangkerta, Cipongkor, dan Cihampelas.
“Di sejumlah desa, masyarakat mulai mengeluhkan sumber air bersih yang mengering sehingga mengganggu kebutuhan air sehari-hari,” papar Jeje.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.
Penetapan status tersebut didasarkan pada potensi dan analisis risiko bencana kekeringan, sekaligus untuk mengantisipasi meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan, sekaligus mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau,” kata Jeje.
Selain mempercepat pembangunan sumur bor, pemerintah daerah menyiagakan enam armada distribusi air bersih yang terdiri atas tiga mobil tangki milik BPBD, dua unit dari Dinas Perumahan dan Permukiman, serta satu unit dari Dinas Pemadam Kebakaran.
Armada tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak kekeringan. “Pemkab Bandung Barat juga membuka layanan darurat distribusi air bersih.
Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air dapat melapor melalui pemerintah desa, pemerintah kecamatan, atau menghubungi Call Center BPBD melalui WhatsApp di nomor 0877-1661-2121 agar segera mendapat penanganan,” jelas Jeje.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat telah menyalurkan 10.000 liter air bersih ke empat lokasi terdampak. Bantuan tersebut telah menjangkau sekitar 160 kepala keluarga.
Jeje mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau, tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan setiap masyarakat yang terdampak mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat,” ucapnya.**wwn*












