Kab. Bdg jurnalpolisinasional.com
Sesuai dengan Amar putusan PP. Persatuan Islam yang menentukan tanggal 10 Dzulhijah 1444 H,
Jami Qurban Persatuan Islam Jamaah Ciapus Cabang Banjaran Kabupaten Bandung melaksanakan sholat Ied dan pemotongan hewan qurban.
Kurang lebih 150 ekor sapi dan 120 ekor domba yang dipotong oleh Jam’iyyah Persis se Cabang Banjaran disembelih oleh organisasi tersebut, yang tersebar di hampir 30 jamaah serta binaan se Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung.
Jami Qurban Jamaah Ciapus memotong 8 ekor sapi dan 4 ekor Domba , yang dikatakan dalam pelaksanaan untuk tahun ini mengalami penurunan, yang biasanya rata rata 10 ekor sapi hingga belasan dan 5 ekor Domba per tahun.
Kegiatan pemotongan tersebut dilaksanakan setelah pelaksanaan sholat Iedul Adha dengan imam serta Khotib Ust. Eri Ridwan Latief.

H. Amar Sutisna yang merupakan Ketua Jamaah serta penanggung jawab pelaksanaan kegiatan beserta anggota yang berbaur dengan simpatisan dan warga sekitar, sebelum melaksanakan pemotongan hewan qurban, beliau memberikan arahan kepada para petugas untuk senantiasa menjaga adab memperlakukan hewan yang akan dipotong sesuai tuntunan serta syariat, karena kegiatan ini merupakan salah satu ibadah yang mestinya sesuai ysng dicontohkan Nabi Muhammad Rosululloh SAW. Diantaranya hewan qurban jangan sampai tersiksa dikarenakan peyembelihannya.
Diharapkan kepada para petugas dalam melaksanakan tugasnya harus disertai rasa ikhlas dan sepenuh hati, karena hal tersebut adalah melaksanakan amanat dari Alloh SWT, dari umat untuk disampaikan kepada yang berhak menerimanya.
Daging hewan qurban tersebut dibagikan kepada warga sekitar serta masyarakat yang terjangkau diwilayah Desa Ciapus bahkan luar wilayah .
Pemotongan hewan Qurban merupakan salah satu pelaksanaan ibadah rutin yang harus dikerjakan bagi orang yang mampu, yang didalamnya merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang individu terhsdap orang lain.
Semoga saja amal ibadah dari umat yang menitipkan serta mempercayakan kegiatan ibadah ini diterima segala bentuk pengorbanannya serta kita sebagai pelaksana yang telah sukarela membantu dengan tenaga dan fikiran yang insya Alloh akan mendapatkan keridhoannya.
Ujar H. Amar Sutisna dalam keterangannya
A. Sudrajat






