Jurnalpolisinasional.com
Dengan beredarnya pemberitaan kerugiann para petani kentang jenis Atlantik , yang diduga sempat tersendat penarikan dari hasil panen oleh Agent/vendor, dari kelompok petani yang tergabung / sub kelompok yang bekerjasama dengan fihak perusahaan Indofood.
Hampir beberapa bulan kebelakang.
Yang setidaknya mengakibatkan kerugian dengan berbagai alasan : dari mulai hasil panen menumpuk yang mengakibatkan kebusukan hingga biaya operasional yang tak terkontrol hingga penangguhan pembayaran yang tertunda dari pihak agen.
Yang di keluhkan petani jenis atltik
Menuai sorotan publik.
Pasalnya, dengan kejadian tersebut banyak media massa / lokal / Nasional , menayangkan menyoroti serta mem publikasikan kejadian tersebut di medianya masing – masing .
Seperti pada keterangan dari agent yang sempat kami hubungi dikonfirmasi langsung di rumahnya, Kp. Dangdang Ds. Sukapura Kec. Kertasari Kab. Bandung
Beberapa Minggu lalu ( 16/09/2025 ).
Beliau ( H.As ) menyampaikan alasannya : adalah over capasitas , yang salah satunya diakibatkan dari kesalahan para petani sendiri, yang tidak sabar / memaksakan memanen kentang Atlantik tersebut tanpa instruksi dari beliau.
Sehingga terjadilah keterlambatan penarikan !
Ujarnya.
Namun lain hal alasan dari para petani yang tersebar diwilayah Kertasari ( Cihawuk dan sekitarnya ).
Diantaranya dari sumber yang kami wawancarai dilapangan, yang mengatakan bahwa :
Mereka memanen hasil tanamannya sesuai waktu tanam. Karena kentang jenis Atlantik mudah menghijau apabila telat dipanen serta mudah membusuk apabila terlalu lama disimpan.
Sehingga harus dipanen serta diangkut tepat saat.
Salah satu sumber yang juga merupakan tokoh serta aktifis kelembagaan yang sering berkomunikasi dengan para petani kentang Atlantik dilapangan.
Siap memberikan keterangan / bukti apabila dibutuhkan , asal berdampak positif terhadap petani . Ujarnya
Kamis,02/10/2025
Beliau berharap transparansi dari fihak agent / vendor kepada petani yang jelas dengan segala ketentuannya secara rinci, sehingga dapat terkontrol dan tidak memihak terhadap kepentingan petani yang bermodal besar.
Pasalnya : keputusan cenderung memihak kepada petani yang bermodal sebagai kolega dari fihak perusahaan / kontraktor pengadaan untuk perusahaan Indofood.
Sedangkan kenyataan dilapangan sangat merugikan para petani kecil, yang terkendala dengan biaya operasional walaupun diberi pinjaman pupuk, obat – obatan serta bibit kentang Atlantik dari fihak yang berkaitan dengan pengadaan bahan.
Dengan harga tidak sesuai dipasaran.
Beliau berharap kepada para pemangku kebijakan serta pemerintah atau anggota perwakilan Rakyat, agar segera memberikan penanganan yang serius yang berpihak kepada rakyat , bukan kepada kaum bermodal yang mengelabui ketidak pahaman petani kecil.
Supaya terlepas dari para kaum kapitalis yang terkesan merugikan petani kecil dengan kebijakan yang menguntungkan kelompoknya saja
Dengan telah beredarnya berita yang memuat keadaan petani kentang Cihawuk, membuahkan hasil positif diantaranya telah ada sebagian hasil panen petani yang telah diangkut oleh fihak agent.
Walau pembayaran agak tertangguh.
A. Sudrajat







