Jalan Raya Lewi Damar–Bojongmanik Terancam Putus, Warga Desak Pemkab Lebak Segera Bertindak

LEBAK, JPN – Kondisi jalan raya kabupaten yang menghubungkan Lewi Damar dengan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Banten, kian mengkhawatirkan. Jalan tersebut terancam putus akibat longsor yang diduga dipicu pergeseran tanah setelah musim hujan tahun lalu. Hingga berita ini ditulis, warga mengaku belum melihat adanya penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Lebak.

 

Kerusakan jalan tersebut dikhawatirkan membahayakan keselamatan para pengguna jalan. Pasalnya, jalur ini menjadi akses penting bagi masyarakat yang hendak menuju wilayah Bojongmanik maupun wisatawan dari luar Kabupaten Lebak yang akan berkunjung ke kawasan Ciboleger.

 

Jali, warga Posko, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi jalan yang hingga kini belum mendapatkan penanganan sebagaimana diharapkan masyarakat.

 

Menurutnya, jalan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas warga dan menjadi salah satu akses yang banyak digunakan oleh masyarakat maupun wisatawan.

 

“Jalan ini banyak digunakan masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah yang hendak menuju Ciboleger. Kami sangat menyayangkan jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan. Pemerintah harus segera bertindak sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Jali.

 

Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan agar kerusakan tidak semakin parah serta akses transportasi masyarakat tetap aman.

 

Sementara itu, Ahmid (50), warga Harjawana, membenarkan bahwa kondisi jalan tersebut berpotensi menyulitkan para pengendara, terutama mereka yang berasal dari luar Kabupaten Lebak dan belum mengetahui kondisi jalur tersebut.

 

Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menangani kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama sebelum terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban.

 

Di tempat terpisah, sejumlah warga Bojongmanik dan Lewi Damar juga mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak agar tidak membiarkan kondisi jalan tersebut berlarut-larut tanpa penanganan.

 

Warga berharap instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, menilai tingkat kerusakan, serta mengambil langkah penanganan darurat apabila diperlukan.

 

Selain perbaikan permanen, warga juga berharap adanya rambu peringatan atau pengamanan di sekitar titik longsor guna mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas.

 

Masyarakat menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses penting yang dibutuhkan untuk menunjang mobilitas warga dan kegiatan pariwisata. Karena itu, mereka berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius agar kondisi jalan tidak semakin memburuk dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lebak terkait rencana maupun jadwal penanganan kerusakan jalan tersebut.(Hidayat/Asep alibuni)

Tinggalkan Balasan