Jurnalpolisinasional.com
BANDUNG – Sebagai panitia komunitas Anak-anak muda di Bandung Aditia Dian sagita yang biasa dipanggil Adit itu,bersama Gurunda, Abu Umar Andri Maadsa terinspirasi untuk membentuk MARKAZ ILMU sebagai wadah anak-anak muda yang semangat dalam mempelajari ilmu syar’i dan bersahabat di atas sunah yang mulia…

Adit yang biasa dipanggil yang mana selesaikan masa kuliahnya di universitas UNIKOM Bandung,dengan lulusan D3 Politeknik jurusan teknik komputer bersama rekan-rekannya dari komunitas Markas Ilmu terispirasi untuk mengadakan Tablig Akbar yang diselengarakan di salah satu islamic centre Jawa Barat”atau masyarakat Jawa Barat lebih mengenalnya sebagai”PUSDAI JABAR”.Jln.Diponogoro No 63 Cihaurgeulis Kec. cibeunying Kaler Bandung 40122 yang merupakan singkatannya Sabtu (17/09/22).
Tiba waktunya kurang lebih pukul: 16.00WIB dalam acara kajian yg mana akan di sampai sekaligus dua orang tokoh pemuka agama sesuai susunan acara yg diselenggarakan panitia Markas Ilmu ASY- PROF.DR.’ Adil Bin Muhammad AS-Subai’iy terlebih utama mengisi acara Kajian dengan bertemakan JALAN KELUAR DARI FITNAH Dilanjutkan dengan sesi yang kedua sesuai yg di agendakan oleh Panitia penyelenggara Al-Ustadz Dzulqornain dengan kajian bertemakan MERENUNGI NIKMAT KEIMANAN & KEAMANAN
Begitu antusiasmenya masyarakat Bandung adapun dari luar kota Bandung dalam mengikuti Tabliq Akbar yang disampaikan oleh kedua dai dalam mengikuti kajian itu.
“Alhamdulillah Adit Sebagai panitia penyelenggara berkat Tuhan YME acara ini bisa terselengara sesuai yang diharapkan berjalan dengan lancar yang mana pada sebelumnya acara ini terselenggara dengan persiapan begitu singkat kurang lebih dua Minggu lamanya.Dibandingkan pada acara sebelumnya yg di selenggarakan di salah satu Masjid Agung Al-Ukhuwah Jln.wastukencana No 27 Bandung.
Adit menuturkan”momentum ini suatu mementum yang sangat teramat sangat penting melihat perkembangan zaman yang mana sudah nampak jelas akhir zaman yg mana sebagai insan mahluk Tuhan YME kurangnya akan kepedulian antara sesama (Individualisme),sambung Suryana yang mana juga sebagai salah satu insan Pers dari salah satu Media mengutarakan” apa yang dimaksud dengan di selenggarakannya Tablig Akbar ini suatu momentum jalinan ukhwah islamiah antar sesama insan mahluk Tuhan YME sebagai pondasi guna terwujudnya rasa saling menghormati guna terwujudnya Negara adil yang tentram.(doc.PRN.SURYANA)






