Saat Rumah Hangus, Polresta Bandung Bantu Warga Cikitu Bangkit

BANDUNG .jurnalpolisinasional com. Minggu, 18 Oktober 2026 – Tiga rumah rusak dilalap api. Dua puluh tiga jiwa dari tiga keluarga menghadapi hari-hari sulit, sementara bantuan sembako dan bahan bangunan mulai membuka jalan menuju pemulihan di Desa Cikitu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung Jawa Barat.

 

Sore itu, Kamis, 15 Oktober 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, kebakaran melanda Kampung Cikitu RT 001/RW 002, Desa Cikitu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Api menghanguskan satu rumah semi permanen dan merusak berat bagian atap dua rumah lainnya.

 

Rumah berukuran 6 x 4 meter milik Sandi Nurasa, 44 tahun, ludes terbakar. Sementara itu, rumah permanen milik Didin Wahyudin, 46 tahun, dan Nana, 72 tahun, mengalami kerusakan berat pada bagian atap.

 

Bagi tiga keluarga terdampak, musibah tersebut bukan sekadar kerusakan bangunan. Ada kebutuhan sehari-hari, tempat berteduh, dan kepastian untuk memulai kembali kehidupan setelah api meninggalkan kerusakan.

 

Polresta Bandung bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan atau Forkopicam Pacet turun membantu warga.

 

Kehadiran aparat kepolisian, pemerintah kecamatan, TNI, perangkat desa, serta tokoh masyarakat menjadi bagian dari upaya meringankan beban 23 jiwa terdampak.

 

Kapolresta Bandung Komisaris Besar Polisi Doktor Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si menegaskan komitmen jajarannya untuk mendampingi pemulihan hingga pembangunan kembali rumah warga berlangsung.

 

Meski tidak dapat hadir pada kegiatan awal karena agenda mendadak, ia menyatakan akan meninjau langsung lokasi ketika pembangunan fisik dimulai.

 

“Kami hadir untuk memastikan warga korban bencana tidak berjalan sendiri,” tutur Tri Suhartanto.

 

Ia juga menegaskan, kepolisian bersama Forkopicam dan masyarakat Pacet siap bergotong royong menyediakan kebutuhan pokok maupun material bangunan.

 

Pernyataan itu menempatkan bantuan bukan semata-mata sebagai kegiatan seremonial. Ukuran kepedulian berikutnya terletak pada kesinambungan dukungan sampai warga kembali memiliki tempat tinggal layak.

 

Bantuan logistik yang disalurkan mencakup beras, minyak goreng, telur, gula, tepung, dan mie instan dan keperluan dapur lainnya. Paket tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga selama masa pemulihan.

 

Dukungan pembangunan turut diberikan dalam tahap awal dalam bentuk 50 sak semen, satu truk pasir, atap GRC, dua kubik kayu kaso, dan dua kubik bata ringan atau hebel. Material tersebut disiapkan untuk menunjang perbaikan rumah yang terdampak.

 

Pengerjaan pemulihan direncanakan melalui gotong royong warga bersama aparat TNI dan Polri. Semangat kebersamaan itu menjadi modal sosial penting, meskipun proses pembangunan tetap memerlukan pengaturan tenaga, waktu, dan kebutuhan material secara cermat.

 

Sinergi Lintas Kolaborasi

 

Sejumlah pejabat utama Polresta Bandung terlibat dalam kegiatan tersebut, antara lain Kabag SDM Kompol Cucu Safiyudin, Kabagren Kompol Bony Yuniar, Kabaglog Kompol Ikhwan Heriyanto, Kasat Lantas Kompol Robby Rachman, Kasat Narkoba Kompol Made Putra Yudistira, Kasat Binmas Kompol Edi Pramana, serta Kasidokkes AKP Ridwan Abdul Ajis.

 

Turut hadir Kasium AKP Hasbi Ask Sidiqie, Kasat Tahti AKP Tedy Yana, dan Kasihumas Dini Agusyanti. Dari unsur kewilayahan, kegiatan melibatkan Camat Pacet Asep Susanto, Danramil 2416/Pacet Kapten Armed Nixon Bestofall S., Kepala Desa Cikitu Ade Husein, Ketua RT/RW Mimin Rosadi, tokoh masyarakat Dian Murdiana, tokoh agama H. Ojat, serta warga setempat.

 

Keterlibatan lintas unsur memperlihatkan pentingnya koordinasi saat warga menghadapi keadaan darurat. Pemulihan tidak berhenti pada pembagian bantuan, tetapi perlu diteruskan melalui pendampingan dan pemantauan kebutuhan korban.

 

Asa Presisi Membumi

 

Aksi kemanusiaan tersebut sejalan dengan implementasi 10 program Quick Wins Presisi Kapolri di wilayah hukum Polresta Bandung.

 

Program itu meliputi Minggu Kasih, Subuh Keliling, Kumpul Bersama Masyarakat, Polisi Peduli Pengangguran, Polisi Peduli Pendidikan, Green Policing, pengaturan lalu lintas, Patroli Samapta, Patroli Siaga Reserse atau PAGAR, serta Jumat Keliling.

 

Program-program tersebut mencakup pelayanan publik, pembinaan masyarakat, pendidikan, lingkungan, dan keamanan wilayah. Dalam kasus kebakaran Cikitu, kepedulian sosial menjadi salah satu bentuk kehadiran aparat di tengah kebutuhan warga.

 

Namun, keberhasilan bantuan tidak cukup diukur dari jumlah paket sembako atau material bangunan.

 

Kepastian proses perbaikan, kecukupan kebutuhan keluarga, dan keterlibatan masyarakat dalam pemulihan menjadi bagian penting dari hasil yang perlu dikawal.

 

Bangkit Bersama

 

Bagi warga Cikitu, perjalanan setelah kebakaran masih berlanjut. Bantuan yang telah disalurkan menjadi langkah awal.

 

Sedangkan pemulihan tempat tinggal membutuhkan kerja bersama dan perhatian berkesinambungan.

 

Sinergi Polresta Bandung, Forkopicam Pacet, pemerintah desa, TNI, dan masyarakat diharapkan mempercepat kembalinya hunian layak bagi tiga keluarga terdampak.

 

Kepedulian menemukan maknanya ketika bantuan tidak berhenti pada kedatangan aparat, tetapi berlanjut sampai warga mampu menata kembali kehidupan mereka. (Ir Herman sh )

Tinggalkan Balasan