Journal polisi nasional.com.kab Bandung Kamis 29/09/2022.Berangam pembangunan setrategis terus di kebut penkab. Bandung, tak terkecuali, program bantuan sosial untuk membantu rakyat miskin, melalui program Bansos Rumah tidal layak huni ( Rutilahu) tahun anggaran 2022.
Namun,tidal semua Rakyat miskin mendapatkannya Bansos Rutilahu. Masih banyak rumah di kabupa Bandung yang tidal layak huni masih di tempati pemiliknya.salah satunya di warga Babakan Galudra RT 02 RW 07 Desa Neglasari kecamatan Ibun kabupaten Bandung yang belum tersentuh program Bansos Rutilahu, beberapa warga yang selalu Meng harapkan sentuhan program pemerintah,salah satunya kepunyaan ibu santi istri dari bapa Tomi yang pekerjaan nya serabutan atau pekerja harian lepas dan bukan hanya rumah bapak Tomi ajah bahkan masih banyak rumah rumah di Desa Neglasari kecamatan Ibun yang sangat membutuhkan uluran tangan dari dinas kabupaten, propinsi maupun pusat atau Dewan.
Dilihat tampak di Depan Rumah bapak Tomi emang rumah yang sudah tidal sesuai setandar untuk di huni bahkan semua ber ding ding kan bilik bambu yang sudah usang di makan usia. Ding ding pun banyak yang rapuh, atap udah pada bolong, kalau musim penghujan pasti bocor, lantaipun di pelur semen seadanya, toilet pun sudah tidak setandar layak pakay dan ding ding bilik pun sudah pada bolong ,Bagian dapur pun sudah tidak setandar rumah sehat dan moderen.
Menurut pemilik rumah yang sempet awak media wawancarai .
” Bahwa Udah sering dari pihak pemdes Neglasari memotrek kondisi rumah kami te tapi sampai saat ini tak kunjung jua untuk menerima bantuan Rutilahau.
Kami memohon untuk Kepala Desa sekarang mudah mudahan bisa memperjuangkan rumah kami, untuk mendapatkan program Bansos rutilahu,jangan sampe menunggu rumah kami roboh dan sangat membahayakan peng huni rumah”ujar Santi
Dan kondisi yang sama jugadi beberapa Rt, rumah yang tidak layak huni hampir sama dengan Rumah bapak Tomi.
Di hari yang sama juga awak media, menghinggapi kantor Kepala Desa Neglasari yang kebetulan Kepala Desa Atep Rodiana,S.Ag sedang ada dikantor dan kami juga langsung me wawancarai tentang warga nya yang sama sekali belum tersentuh program Rutilahu dari kab, Babdung, dari propinsi, pusat maupun Aspirasi Dewan sekalipun.
“Menurut Atep Rodiana sebagai Kepala Desa menjelaskan semuah luwas wilayah desa Neglasari ibun seluas 2.740,50 Hektar, jumlah kk 2016, serta 697 unit rumah tidak layak huni katagori parah, kiranya yang paling parah di wilayah kabupaten Bandung di banding kan dengan Desa lain,
Itu juga setelah kami data bersama rt, rw, Kepala Dusun Lengkap bersama photo photo dan kartu tanda penduduknya, dengan 13 Rw dan 33 Rt.
Pengajuan terus di upayakan oleh pemdes Neglasari te tapi hasilnya sangat minim tidak sesuai harapan, apalagi dengan Dana Desa yang jumlah nya 890 juta/tahunnya udah jelas ketinggalan dengan Desa lain, bahkan sarana dan pera sarana pembangunan pisik yang sangat tertinggal juga akses per ekonomian jadi terhambat untuk ber kembang, serta yang men jadi iri ko kenapa untuk permasalahan Rutilahu Desa lain bisa mendapatkan kadang lebih dari 100 yunit, sedang kan Neglasari yang benar benar membutuhkan hanya minim tidak maksimal.
Harapan Atep Rodiana, agar pemerintah kabupaten, propinsi pusat maupun Dewan, lebih memperhatikan Desa yang bener bener membutuhkan bantuan salah satunya Desa Neglasari kecamatan Ibun kabupaten bandung propinsi Jawabarat.
Bahkan yang sangat miris ketika salah seorang warga yang mau melahirkan haru pake tandu, karena akses jalan yang terjal dan licin bahkan pake road 4 pun ga bisa masuk terkadang pake kendaraan roda dua juga ga bisa melewati. Atep Rodiana sebagai Kepala Desa merasa perihatin dengan keadan wilayah nya, dan Atep Rodiana memohon kepada Dinas terkait supaya bisa membantu dengan Cepat tanggap, apalagih akses jalan dengan panjang 14 kilo meter sudah rusak parah sehingga perlu perbaikan dan peninjauan dari Dinas terkait, dan bisa merealisasikan secepatnya pembangunan di wilayah kami” ujar nya.
Reporter : Endang Suparman






