Siswa Bersama Kepala Sekolah SMA SWASTA ” SMA BHAKTI PUTRA INDONESIA CISEWU KAB.GARUT antusias untuk Penanaman Pohon demi Lestarikan Hutan Libdung Gunung Uyung

Jurnal Polisi Nasional.com-

Garut Selatan,
jurnalpolisinasional.com Puluhan siswa beserta Kepala Sekolah dari salah satu SMA SWASTA KAB.GARUT ” SMA BHAKTI PUTRA INDINESIA” ikut serta dalam gerakan pelestarian Hitan Lindung Gunung Uyung.
yang dilakukan pada hari Selasa (22/12/2022) di hutan Lindung Gunung uyung, Desa Cikarang,Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.
Mereka dilibatkan menanam pohon kesiswaan di hutan lindung Gunung Uyung. 

Kepala Sekolah SWASTA tersebut, Jenal Mustofa S.Pd.I mengatakan, bahwa siswa bersama Aliansi Masyarakat Adat Peduli Hutan (AMAPH) Kepala Desa beserta perangkat desa, BPD, LPMD, Tokoh Masyarakat, bersama-sama menanam bibit pohon keras yaitu. Pohon Kibanen, pohon Mahoni, Pohon Kiara, Juga Pohon Bambu. Dengan Total sekitar kurang lebih dari 200 bibit pohon yang di tanam di sekitar hutan lindung.

Hal ini adalah bagian untuk menanamkan kecintaan terhadap alam.
Dimana fungsi hutan di Desa Cikarang ini sangat penting, sebagai kawasan penyangga, juga sebagai sumber air untuk subak-subak di hilir. 

Ada puluhan siswa yang ikut, kemudian kami juga ajak warga yang Peduli terhadap hutan. Kita harap ini bisa terus berlangsung tiap tahunnya. Menjaga hutan tetap lestari,” ucapnya.

Siswa sengaja dilibatkan, karena untuk bahan edukasi bahwa mata air adalah sumber kehidupan semua mahluk hidup.

Sehingga mereka turut menanam langsung, dan dilibatkan juga nantinya untuk memproses membibit pohon kayu di sekolah. Sehingga dari awal mereka memahami bukan saja menanam saja, tetapi juga dari awal pohon tumbuh,” imbuhnya.

Kepala SMA BHAKTI PUTRA INDONESIA yang berada di Kecamatan Cisewu, Jenal Mustofa S.Pd.I menyampaikan, bahwa keterlibatan siswa ini merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap pelestarian lingkungan dan juga sebagai sarana edukasi.
Sehingga semakin banyak generasi muda yang peduli dengan lingkungan hidup.

Kami harap memang sedari awal sudah ada edukasi dan penanaman di hati para siswa untuk mencintai alamnya. Dari alamlah kita semua bisa hidup dan kehidupan berlangsung,” pungkasnya,”

tag, Daningsih