Garut Selatan, Jurnalpolisinasional.com Senin 30 Mei 2022 Dengan adanya kegiatan sukarelawan perbaikan jalan yang rusak di beberapa titik merupakan bentuk kritik untuk Intansi terkait,
Tim Relawan Pembangunan Desa Cikarang, beserta Dinas dari PU-PR UPT Kecamatan Cisewu, Kepala Desa Pamalayan beserta Perangkatnya, Dan juga Pemerintah Desa Cikarang, BPD Cikarang, BABINSA Desa Pamalayan, serta bapak-bapak pengsiuanan Polri, bisa beramai-ramai mengantri batu pecah secara satu persatu, agar mengerjakan perbaikan jalan yang rusak dengan cepat dan baik,
Hal tersebut yang disampaikan oleh ketua Relawan, Pepen Supendi menyampaikan, bahwa Untuk pengerjaan jalan tersebut dilaksanakan di setiap hari senin tetapi di tempat yang berbeda karena mana yang paling rusak parah, itu yang paling diutamakan. Dan masyarakat pun juga, yang mau ikut sukarelawan memperbaiki jalan yang rusak silahkan bersama-sama.
Perbaikan jalan tersebut, dilaksanaka pada hari senin tanggal 30 Mei 2022 yang bertempat di Kp. Ciaripan Rt. 002 Rw. 009 Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Agat untuk memudahkan pengemudi kendaraan karena dilokasi tersebut yang paling rusak dan rawan longsor.

Ketua ARMADA Desa Cikarang H. Oking mengapresiasi perbaikan jalan rusak yang telah dilakukan dan awalnya tanpa mengharapkan sumbangan dari pihak lain itu sebagai sebuah gerakan kesadaran para sopir, dan para pengemudi Roda Dua.
Sebenarnya ini, jalan tersebut adalah tanggung jawab negara, tapi kalau negara belum bisa cepat membangun, tetapi keamanan pengendara tetap harus dijamin keselamatan, maka saya mengapresiasi orang seperti yang berani berkorban baik secara materi maupun tenaga,” ujarnya.
H. Oking mengaku mulai memperbaiki jalan sejak tahun 2019 dengan fokus. jalan yang rusak mulai dari Desa Cikarang, Sampai dengan Desa Pamalayan dengan sepanjangnya sekitar Kurang lebih 14 kilometer.
Akhirnya hati saya bergerak untuk memperbaiki jalan uang rusak dengan menggunakan alat yang sederhana. Tetapi yang ada di pikiran saya, yang penting jalan enak dilalui oleh pengeemudi kendaraan baik Roda Dua maupun Roda Empat, dan Kendaraan saya pun tidak cepat rusak, saya rela dan tanpa pernah pikir dapat bayaran,” katanya.
Saat memperbaiki jalan rusak, Ketua ARMADA bersama anggotanya dan dapat dicontoh oleh orang lain, masyarakat Desa termasuk dari perangkat Desa pun yang mengatakan jalan tersebut memang statusnya adalah jalan Pemerintah Kabupaten serta tidak bisa diperbaiki oleh sendiri.
Saya ikhlas memperbaiki jalan rusak dan tidak mengharapkan bayaran, tapi ada pengguna jalan yang memberi uang antara Rp1.000 hingga Rp 5.000,” ujar ayah tiga anak itu.
Kendati demikian, kata dia, uang yang terkumpul juga tidak saya gunakan untuk kebutuhan sendiri semua, tapi digunakan untuk membeli pasir atau batu sebagai material perbaikan jalan.
H. Oking, mengaku akan terus memperbaiki jalan secara swadaya di wilayahnya, selama dirinya masih sehat dan jalan masih ada yang rusak.
( Alit Sutadi/Daningsih)












