Garut- jurnalpolisinasional. Com
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Jawa Barat berlangsung di Aula Fave Hotel Garut, Jumat, 24 November 2023. Acara yang mengusung tema “Desa sebagai Tonggak Pembangunan menuju Indonesia Emas”
Sekjen DPD APDESI Provinsi Jawa Barat, Budi Santoso, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia, menyampaikan bahwa tujuan Rakerda ini adalah membangun sinergi antar Kepala Desa dalam memajukan desa.
“Kita ingin Kepala Desa bersinergi dari desa ke desa lainnya untuk membangun desa,” ujar Budi Santoso.
Rakerda APDESI II ini dilaksanakan selama 2 hari, dengan pembukaan di Bandung dan penutupan di Garut. Pada acara tersebut, hadir pula MENHAN Republik Indonesia Prabowo Subianto, sebagai pembina APDESI Provinsi Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi sebagai Tokoh Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Budi Santoso meminta maaf atas penyelenggaraan kegiatan yang mungkin kurang maksimal.
“Kami mohon saran dan maaf ketika kegiatan ini jauh dari kesempurnaan,” ungkapnya.
Sementara, Ketua DPD APDESI Provinsi Jawa Barat, Dede Kusdinar, menyatakan bahwa Kepala Desa seharusnya membangun desa sesuai dengan Undang-undang yang mengatur Desa.
“Dalam menjalankan kinerja di desa, kita harus hati-hati dan prihatin terhadap desa yang masuk prodeo ketika salah menjalankan regulasi pemerintahan desa,” tambahnya.
Sekjen DPP APDESI, Amwar Sadad, menekankan bahwa keberhasilan Indonesia terletak di seluruh desa.
“Mari kita saling jaga, saling memberi saran. Sumber daya alam di Indonesia ada di desa-desa, tapi pembagiannya masih perlu diperhatikan,” ujarnya.
Amwar berharap agar anggaran desa mencapai 5 miliar untuk mempercepat pembangunan.
“Desa adalah saham terbesar di Indonesia, tapi untuk anggaran kecil masih banyak rumah tidak layak huni,” ungkapnya.
Dalam harapannya, Amwar menginginkan kepengurusan APDESI Provinsi Jawa Barat yang lebih baik ke depannya.
“Kepala Desa kedepan diharapkan lebih berkualitas, memahami aturan dan regulasi pemerintahan desa, serta berprofesional dalam pengelolaan aset-aset di desa,” pungkasnya.
Ivan
