Anggota DPR RI Fraksi Golkar, H Dadang M Naser Gelar Bintek Pengelolaan Bantuan Sarpras Pertanian

Bandung jurnalpolisinasional com. Perhatian dan kepedulian kepada masyarakat petani kembali ditunjukan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi Partai Golkar Dapil Jabar II, Dr H Dadang M Naser SH S.IP.M.I.Pol

 

Selain menyalurkan bantuan aspirasi alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada para kelompok tani (Poktan) Anggota DPR RI, Dr H Dadang M Naser SH.S.IP.M.I.Pol juga melakukan upaya meningkatkan SDM petani.Seperti kali ini ia melaksanakan Bimbingan Teknis prasarana dan sarana pertanian digelar di Basecamp Masjid Al-Karomah Ciparay Jalan Raya Laswi Desa Serangmekar Kecamatan Ciparay pada Jum,at (16/10/2026).Kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan kepada para petani terkait pemeliharaan alat pertanian agar alat pertanian itu bisa terawat dengan baik,

 

Seusai kegiatan, H. Dadang M Naser, mengatakan, “pada hari ini, saya bertemu dengan para kelompok tani /penerima manfaat bantuan Alsintan, dan para kelompok tani tersebut telah menerima bantuannya langsung, karena bantuan dari saya tersebut, sebelumnya telah diverifikasi dulu di Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, dan dibawa langsung oleh para kelompok tani.

 

Adapun para kelompok tani yang mendapatkan bantuan alsintan berupa traktor roda 2, cultivator, excavator, mesin penanam padi, mesin panen. Ada juga kelompok tani yang mendapatkan bantuan Jalan Usaha Tani (JUT) dan lain sebagainya, jelasnya.

 

Sambungnya, dalam pertemuan tersebut, kita juga berdiskusi tentang bagaimana pertanian yang lebih efektif, yang lebih produktif, di lahan lahan yang sifatnya di intensifikasi. Intensifikasi itu artinya bagaimana lahan yang ada bisa ditingkatkan produktivitasnya.

 

Dan tadi juga telah disampaikan, ternyata hasil pertanian yang biasanya mendapatkan hasil 7 ton, bisa mendapat 9 koma sekian ton, bahkan bisa menghasilkan 10 ton lebih, bahkan ada yang mendapatkan hasil pertanian sekitar 11 ton.

 

Diungkapkan H. Dadang M Naser, keberhasilan dari hasil pertanian yang meningkat tersebut yaitu bagaimana melakukan pendekatan teknologi dan pupuk berimbang. Artinya pupuk berimbang itu yaitu pupuk yang sintesis, pupuk yang bersubsidi seperti urea dan npk, digabungkan dengan pupuk hayati (pupuk yang diproduksi melalui pendekatan pendekatan tanaman tanaman khusus yang telah teruji kualitasnya.

 

“Alhamdulillah uji coba demplotnya telah berhasil” katanya.

 

Diakhir H. Dadang M Naser berharap dengan adanya bantuan alsintan ini dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian (Ir Herman / Rachmat)