Lahan Jadi Penyebab, Pembangunan 78 Gerai Koprasi Merah Putih di Bandung Barat Terhambat.

KBB – Jurnalpolisinasional.com,  Pembangunan 78 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, belum bisa dimulai. Ketiadaan lahan yang memenuhi persyaratan membuat hampir separuh dari target 165 gerai koperasi tersebut belum terbangun.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bandung Barat Sri mengatakan, hingga saat ini baru 65 gerai yang rampung sepenuhnya. Sementara itu, 22 gerai lainnya masih dalam proses pembangunan. Dengan demikian, dari total target 165 gerai, baru 87 unit yang telah rampung atau sedang dikerjakan.

Sebanyak 65 unit telah mencapai progres pembangunan 100 persen, sebanyak 22 unit masih dalam proses pembangunan, dan sebanyak 78 unit belum terbangun,” ujar Sri saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).

Sri menjelaskan, persoalan lahan menjadi kendala utama pembangunan puluhan gerai tersebut. Lokasi yang tersedia tidak serta-merta bisa digunakan karena harus memenuhi sejumlah persyaratan.

“Lokasi pembangunan harus memiliki status lahan yang jelas, sesuai dengan persyaratan teknis, serta memperhatikan aspek keselamatan,” kata Sri. Artinya, pemerintah daerah masih harus memastikan ketersediaan lahan yang memenuhi seluruh ketentuan sebelum pembangunan puluhan gerai tersebut dapat direalisasikan.

Pemkab Bandung Barat, lanjut Sri, terus melakukan koordinasi dan fasilitasi untuk mengatasi kendala di lapangan.

Pendampingan serta pemantauan juga dilakukan agar pembangunan bisa berjalan secara bertahap. Di sisi lain, persiapan sumber daya manusia untuk mengelola koperasi mulai berjalan. Hingga saat ini, sebanyak 76 manajer telah ditempatkan di KDKMP wilayah Bandung Barat.

Para manajer diharapkan mampu mengelola koperasi secara profesional, mulai dari memetakan potensi ekonomi lokal, membangun kemitraan, hingga mengelola risiko usaha.

“Untuk memperkuat kesiapan pengelola, Dinas Koperasi dan UMKM Bandung Barat juga telah melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat) serta uji kompetensi bagi pengurus dan pengawas KDMP,” jelas Sri.

Menurut Sri, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan operasional koperasi. KDMP diharapkan tidak sekadar menjadi tempat transaksi, tetapi juga mampu memperkuat usaha masyarakat dan menciptakan nilai tambah dari potensi ekonomi di setiap wilayah.

“Pemkab Bandung Barat berkomitmen melanjutkan koordinasi, pendampingan, dan pemantauan sesuai kewenangannya agar pembangunan serta operasionalisasi KDMP dapat berjalan optimal,” ucapnya **Ridwan