Jurnalpolisinasional.com, BANDUNG – – Proyek renovasi pagar beton yg terbentang ± 73m dikawasan bantaran Sungai Cikapundung Kel. Hegarmanah, Kec. Cidadap Kota Bandung. Disinyalir adanya manipulasi anggaran, hal ini nampak jelas tidak adanya transparansi dari pihak pelaksana pembangunan renovasi pagar beton selama proses dalam pengerjaannya.
Proyek ini merupakan salah satu proyek paketan dari aspirasi dewan melalui dinas terkait. Yang mana proyek pagar beton sepanjang ± 73m ini, ditangani oleh Dinas Sumber Daya Air Bina Marga ( DSDABM) Kota Bandung dengan cara lelang tender kepada pihak ke 3 (tiga) swasta melalui salah satu CV.

Team investigasi awak Media Jurnal Polisi Nasional sebagai insan sosial kontrol berusaha mengonfirmasikan kepada pihak pelaksana dari salahsatu CV dalam pengerjaannya dilapangan Ade pun tertutup dalam pelaksanaan renovasi pagar beton. Dari hasil analisa pengembangan kami selama kurun tiga bulan lamanya pun dalam tiga kali kunjungan kepada dinas terkait untuk berusaha mengklarifikasikan permasalahan ini pun tidak adanya titik terang permasalahan Selasa, (23/09/25).

Jelas ini merupakan suatu perbuatan kurang baik seolah- olah ada yang disembunyikan sesuatu, dan jika itu dilakukan maka bisa dianggap menentang Undang – undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Tiga bulan kurang lebinya pasca usai dalam pengerjaan proyek pagar beton yang terbentang ± 73m di sepanjang bantaran sungai Cikapundung penghubung jalan wisata tematik ‘Lembur Katumbiri’ masalah pun muncul, disaat musim penghujan dakalanya genangan air nampak dari pasca renovasi area badan jalan pagar beton.
Sebagai akses jalan warga sekitar apalagi jalur penghubung tempat wisata dakalanya masyarakat keluh- kesah bermuculan melihat keadaan jalan pada saat hujan turun.

Nendi Sudrajat (45)th dalam penuturannya sangat mengapresiasi program-program dari pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. “Cuma satu jangan nanggung dalam pelaksanaan jelas dong.! Pemerintah ada budget anggarannya mengenai pembangunan, jangan sampai pangkas sana- sini,” Pungkasnya.
Lain halnya dengan dengan Nia (70)th dalam penuturan. ” Alhamdulillah pemerintah dinas terkait sudah merenovasi untuk pagarnya dengan beton, yang ini jelas meminimalisir adanya orang lewat celaka, kena musibah. Untuk air genangan sendiri saat hujan musti di perbaiki dan dari dinas sendiri musti ada petugas yang selalu memonitoring di lokasi. Sayang tempat ini sejuk, asri enak untuk tracking ini benar- benar perlu perhatian pemerintah,” pungkasnya.
(Priatna – Suryana/ red).






