Jurnalpolisinasional.com – KBB – Pemerintah Desa Budiharja sedang melaksanakan pembangunan fisik perdana yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2024, Proyek fisik yang masih dalam pelaksanaan dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Budiharja tersebut adalah pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berlokasi di RT.03. dan RT.04. RW.02 Desa Budiharja, Minggu 01/09/2024.
Tembok penahan Tanah atau yang biasa disebut masyarakat sebagai “Plengsengan/Pondasi” tersebut dibangun pada bidang tanah sepanjang 75 meter. Dari total panjang tanah tersebut dibagi menjadi dua titik yakni Panjang titik perta 50 meter, titik kedua 25 meter. Pembagian panjang tersebut mengingat lokasi pembangunan yang tidak rata, titik pertama memiliki kontur tanah yang lebih rendah dibandingkan titik yang kedua sehingga ketinggian pemasangan TPT berpariasi.

Pembangunan Tembok Penahan Tanah RT,03. RT,04. RW.02 menggunakan anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024, Adapun tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan fisik TPT RT.03. RT.04, RW.02 ini adalah masyarakat lokal Warga RW 02. Hal ini mengingat program Pemerintah Pusat yang bertajuk Padat Karya Tunai (PKT). Dalam program PKT tersebut Pemerintah Desa diwajibkan untuk memberdayakan masyarakat lokal dalam pembangunan fisik yang ada di Desa.
Tujuan dibangunnya TPT RT.03. RT,04 RW.02 ini adalah untuk memberikan kekutan kepada tanah yang rawan longsor karena kontur tanah yang relatif rendah dari bidang sekitarnya. Disamping itu, dengan dibangunnya Tembok Penahan Tanah ini, jalan Desa yang menuju ke kampung Sadang Kaler, Sadang kulon, lapang sepak bola, pemakaman umum dan persawahan ini menjadi lebih mudah dilewati kendaraan daripada sebelumnya. Hal ini dikarenakan jalan menjadi lebih lebar dan rata sehingga kendaraan roda dua dan roda empat bisa leluasa untuk melewatinya.
Masyarakat yang sebagian Para petani yang setiap hari melewati jalan ini menjadi lebih mudah dalam mengangkut hasil panen, Sebelumnya, warga merasa hawatir jika pada musim hujan akan adanya longsor yang setiap saat mengancam keselamatan pengguna jalan, Akses menuju ke lapang sepak bola kampung Sadang Kaler dan kampung Sadang kulon, sehingga warga tidak lagi merasakan ketakutan walau musim penghujan tiba.*(Wawan/Ridwan)






