Jurnal Polisi Nasional.com
Garut selatan jurnalpolisinasional.com Selasa 22/11/2022. Aliansi Masyarakat Adat Peduli Hutan (AMAPH) menyelenggarakan musyawarah terbuka untuk mempersatukan antara Aliansi dengan Pemerintah Muspika Kecamatan Cisewu, agar Aliansi Masyarakat Adat Peduli Hutan bisa menjalin kerjasama dengan baik. dan juga Aliansi sudah mempersiapkan bibit kayu dan bambu untuk ditanam dikawasan hutan Lindug, Karena hasil surpai AMAPH, Bahwa Hutan Lindung yang berada di kawasan Gunung Uyung sekarang sudah mulai keritis karena adanya banyak penebangan liar, dan perkebunan Masyarakat.

Ketua Badan Pelaksana, Aliansi Masyarakat Adat Peduli Hutan, E. KOSASIH, Menyampaikan Dalam musyawarah, Bahwa kami menyelenggarakan musyawarah untuk menjalin kerjasama antara Aliansi dengan pemerintah, dan Kami dari Aliansi sudah mempersiapkan bibit Kayu, mulai dari berjenis mahoni, kayu kibanen, dan buah-buahan, dan juga bibit bambu dari Gunung Padang Sukabumi.
Dan juga sudah dilakukan penanaman sebanyak 1000 pohon yang di tamam di kawasan Hutan Lindung Gunung uyung, dan disamping jalan pun juga sudah di lakukan penanaman bersama dengan Masyarakat Adat Peduli Hutan yang berada di Lingkungan Cicriu sudah dilaksanakan penanaman disekitar 3 Rw khususnya Umumnya di Desa Cikarang. Untuk mestarikan Alam Melalui Penanaman Pohon yang berjenis kayu mahoni di sepanjang jalan 2 Km yang berada di kawasan Desa Cikarang Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut. Tepatnya mulai dari Kp. Datar jeruk sampai titik batas Desa Pamalayan.ungkapnya”
Ketua Umum, DODOH KURNIA, menyapaikan bahwa Pohon berjenis kayu mahoni
dalam rangka menindaklanjuti program Aliansi khusus Penanaman Pohon kayu mahoni, Di Desa Cikarang Kecamtan Cisewu Kabupaten Garut,
Kegiatan tersebut dijadwalkan dan akan dilaksanakan setiap hari Selasa di beberapa titik sebagai sarana edukasi seperti di Hutan Lindung Gunung Uyung yang berada di Desa Cikarang, dan juga disamping Jalan Desa agar memperkuat jalan tidak mudah longsor dan rawan bencana.
Adapun jenis pohon yang ditanam tidak hanya bibit kayu mahoni, namun juga bibit pohon buah-buahan dan kayu lainnya yang termasuk tanaman endemik. ungkapnya”
Camat Cisewu, HERI S.PKP, S.IP mengapresiasikan kepada Aliansi Masyarakat Adat Peduli Hutan, Bahwa, Kawasan Hutan Lindung akan dijadikan sebagai sarana untuk pelestarikan alam atau sarana pengenalan tumbuhan endemik di Masyarakat Adat Peduli Hutan. Hal ini tentunya agar generasi penerus tidak asing dengan tumbuhan pohon kayu alam. Serta nantinya dapat disadari pentingnya memelihara dan melestarikan pohon kayu mahoni. dan kami
mohon Kepada Aliansi ini meminta di memotivasi para masyarakat serta di memperhatikan kelestarian alam melalui penanaman pohon di Hutan Lindung dan tentunya langkah ini juga membuat lingkungan hidup, dan masyarakat tengtram dan aman dan sejahtra.
Dan kami berharap dengan keinginan bahwa penanaman pohon ini dapat mewujudkan forest city yaitu lingkungan berhutan agar menambah erosi dan kepentingan kehidupan masyarakat, khususnya diwilayah Gunung Uyung Dilestarikan penanaman agar lingkungan tetap berproduktif.
Menyiapkan bibit pohon mahoni dan bibit bambu ini mempunyai kwalitas yang bagus untuk menguatkan tanah agar tidak rawan longsor dan rawan bencana sehingga nantinya bisa memberikan dukungan untuk keberlangsungan hidup bibit pohon yang telah ditanam.
Bagi masyarakat juga harus ikut melestarikan hutan agar tanaman bibit kayu agar menambah erosi, dan juga bisa memperoleh bibit kayu, dari program pemerintah. Juga bisa didapatkan agar masyarakat semangat untuk melestarikan Hutan dan Lingkungan Hidup dengan menyertakan informasi dimana bibit itu yang akan ditanam. pungkasnya”
Tag, Alit Sutardi
Daningsih






