BANDUNG,jurnal polisi nasional.com // Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cibeunying Kidul Bandung, gelar Diskusi Panel Pemuda “Abusive Relationship : Are You Ready to Know?” dengan mengundang sebagian siswa siswi SMA/SMK serta OKP sebagai peserta di Aula Kecamatan Cibeunying Kidul jalan Suka Senang Raya, Selasa (23/8/2022).
Hadir sebagai nara sumber dalam kegiatan ini Iman Lestariyono, S.Si. dari Ketua Fraksi PKS DPRD kota Bandung, serta Sofiana Indraswari,M.Psi, Psikolog dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) untuk memberikan materi pada kegiatan tersebut, dan acara dibuka oleh Camat Cibeunying Kidul Aris Rusdianto.
Aris Rusdianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya pada pengurus KNPI, menurutnya baru kali ini gedung aula kecamatan dipakai untuk kegiatan kepemudaan seperti saat ini. Selain itu dia juga mengatakan bahwa masalah Stunting saat ini masih menjadi perhatian pemerintah baik kota maupun dikewilayahan.
“Saya sangat bangga dengan momen ini, karena baru kali ini gedung ini dipakai untuk acara kepemudaaan, sebenarnya ada gedung lain juga, tapi kita sengaja menggunakan gedung ini untuk disetting acara kepemudaan agar peserta bisa berinteraksi dengan nyaman” katanya
Ketua KNPI kecamatan Cibeunying Kidul Wahid Amar Shobari saat wawancara dengan Pilarmediatama.com dilokasi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka isu kekerasan terhadap perempuan dan juga untuk menciptakan kecamatan layak pemuda yang merupakan salah satu indikator pembangunan pemuda di wilayah Cibeunying Kidul.
“Kita berharap dari kegiatan ini bisa memberikan kesadaran pada pemuda khususnya yang tergabung dalam KNPI dan OKP agar bisa menjadi bagian dari perubahan itu, dan dengan pengetahuan yang akan mereka dapatkan dari kegiatan ini bisa membuat mereka terhindar dari hal-hal yang bisa merugikan masa depan pemuda itu sendiri,” terangnya.
Wahid berharap para pemuda akan bisa menjadi fasilitator dalam mensosialisasikan pada teman-temannya yang lain dan kedepannya mereka bisa lebih berhati-hati tentang isu kepemudaan dan isu kekerasan agar bisa disikapi dengan serius.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan, dan untuk menyambut generasi emas tahun 2045 kita berharap pemuda kecamatan Cibeunying Kidul bisa menghadapinya dan bahkan bisa lebih dari itu,” pungkasnya.
Sebagai nara sumber Iman Lestariyono dilokasi yang sama menjelaskan, dalam sesi kali ini dia menerangkan tentang kekerasan didalam hubungan antara teman dan juga keluarga atau dilingkungan yang lebih besar lagi.
“Dimana hubungan itu tidak sebagai mitra tapi ada ketimpangan salah satu pihak hingga hubungan itu bisa menjadi racun dan potensi ada kekerasan disitu, saya sebagai anggota Dewan lebih menyoroti tiga hal yang bisa diadvokasi, ini masalah yang penting,” jelasnya.
Menurutnya hal ini perlu dibuatkan regulasi, karena yang menjadi korban ada dua sisi, pertama korban yang diperlakukan tidak nyaman dan pelakunya sendiri juga merupakan korban, jadi dia juga perlu didampingi.
“Walaupun sudah ada undang-undangnya tapi ada kalanya muatan lokal juga perlu disesuaikan dengan kondisi yang terjadi” tambahnya.
Pengawasan pelaksanaan kegiatan dilapangan menjadi sorotan anggota dewan dari PKS ini, menurutnya kerja sama dengan KNPI seperti ini sangat bagus dan perlu dilakukan untuk kegiatan lain kedepannya. (Lagi )
