Jurnalpolisinasioanal.com – KBB, Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi menggelar Kejuaraan Festival dan Ibing Seni Tradisi Pencak Silat “MKP Championship 1 Se-Jawa Barat”.
Ajang bergengsi edisi perdana ini menjadi wujud nyata sinergi dua organisasi besar dalam menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa, sekaligus mencetak bibit-bibit atlet unggulan di Tanah Pasundan.
Diikuti 350 Peserta dari 30 paguron dari berbagai wilayah di Jawa Barat ambil bagian. Total 350 peserta berlaga di lima kategori yang disusun berjenjang untuk mendorong regenerasi atlet: Pemula/Pemasalan, Anak, Remaja Putra, Remaja Putri, dan Dewasa
Yang membedakan MKP Championship 1 dari kejuaraan pada umumnya adalah penekanan seimbang pada unsur olahraga dan seni budaya.
Selain pertandingan ketangkasan teknik, kejuaraan ini secara khusus mempertandingkan _ibing seni tradisi_. Ini adalah ekspresi gerak khas pencak silat Sunda yang memadukan keindahan gerak, ketepatan irama, dan kedalaman filosofi.
Penilaian tidak hanya pada kemampuan bertahan dan menyerang, tetapi juga pada penghayatan nilai-nilai luhur pencak silat sebagai jati diri bangsa.
Acara berlangsung meriah dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Kebudayaan KBB. Pembukaan dihadiri perwakilan DPD PPSI KBB, tokoh masyarakat dan budayawan Bapak Oni Mangku Bumi, serta jajaran pengurus IPSI KBB.
Ketua IPSI Kabupaten Bandung Barat, H. Asep Samsul Palah, menegaskan makna ajang ini lebih dari sekadar perebutan piala.
“Pencak silat bukan hanya soal siapa yang lebih kuat menang pertandingan. Ia adalah identitas kita sebagai orang Sunda, sebagai orang Indonesia. Lewat MKP Championship 1, kita ingin generasi muda tidak hanya pandai bergerak, tapi juga memahami filosofi jujur, rendah hati, dan setia kawan yang terkandung di setiap alur geraknya,” ujarnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Wanda Irawan, SH., MH., menyebut persiapan telah dilakukan berbulan-bulan agar acara berjalan adil, aman, dan berkesan.
“Sebagai edisi pertama, kami ingin MKP Championship menjadi standar baru kejuaraan pencak silat di Jawa Barat yang mengutamakan sportivitas dan kelestarian seni. Kami membuka kategori dari usia dini hingga dewasa agar semua kalangan bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya,” terang Wanda.
Ia menambahkan antusiasme 30 paguron dari penjuru Jawa Barat menunjukkan besarnya harapan terhadap pelestarian budaya ini. “Ini baru awal. Kami berharap ajang ini menjadi agenda tahunan yang semakin besar, dan mampu menjaring atlet KBB untuk berlaga di tingkat provinsi hingga nasional,” imbuhnya.
Perwakilan Dinas Kebudayaan KBB juga menyampaikan apresiasi dan komitmen untuk terus mendukung kegiatan serupa sebagai bagian dari program pelestarian seni dan budaya lokal.
Dengan semangat _ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, MKP Championship 1 diharapkan melahirkan juara-juara baru sekaligus generasi muda yang bangga pada warisan leluhur. Tujuannya satu: menjadikan pencak silat semakin dicintai dan dilestarikan selama lamanya.**wwn






