Program irigasi RJIT optimalisasi lahan non rawa cluster 5.

Kab.Bandung/jurnalpolisinasional.com
Keseriusan pemerintah daerah Kabupaten Bandung.
Dalam merealisasikan / menopang program ketahanan pangan saat ini dalam pelaksanaan .

Bupati Bandung Dadang Supriatna yang kerap disapa KDS, mengabulkan pengajuan para kelompok tani yang tersebar diwilayah Kabupaten Bandung, melalui kegiatan irigasi RJIT optimalisasi lahan non rawa cluster 5.
Kegiatan program tersebut merupakan sarana pembangunan pengairan untuk lahan pertanian non rawa / sawah.
Sebagian Program tersebut diantaranya menyasar 3 kelompok tani yang berada di Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, antara lain : Kelompok tani Sauyunan, Harapan Bojong dan Girimukti
Pelaksanaan kegiatan program tersebut dilaksanakan secara swakelola / tidak melalui fihak ke 3, bertujuan agar masyarakat/ kelompok tani dapat mengelola anggaran dari pemerintah secara langsung, yang tentunya dengan kwalitas yang sesuai harapan untuk jangka panjang dengan mengikuti petunjuk serta arahan pemerintah.
( Sesuai spek dan peruntukannya ).

hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Auto;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 103.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;
Ketua kelompok tani Harapan Bojong ( lokasi Ciririp ) yang kerap dipanggil Bah Darso
saat diwawancarai team media di sela kegiatan pelaksanaan pembangunan RJIT tersebut.
Kamis,25/6/2026
Menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintahan Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, kepada para penyuluh, terlebih kepada Bupati Bandung KDS, yang telah mengabulkan harapan masyarakat / kelompok tani yang saat ini sedang dilaksanakan hampir seminggu berlangsung dalam pelaksanaannya.
Dimana manfaat kegiatan ini diperuntukan untuk saluran air guna mengairi lahan garapan pertanian untuk peningkatan hasil yang memuaskan bagi para petani.
Sehingga resiko gagal panen yang disebabkan kekurangan aliran air dapat teratasi .
Pelaksanaan pembangunan fisik tersebut telah dilaksanakan yang kini hampir 60 persen dalam pelaksanaannya.
Namun menurut para pekerja serta kelompok tani penerima manfaat program tersebut, belum pernah diawasi oleh konsultan yang ditunjuk dari pembangunan program tersebut.
Hingga berita ini dibuat.
A. Sudrajat






