Jurnalpolisinasional.com – KBB, Dr. M. Sabil Rachman, M.Si atau Kang Sabil memiliki pandangan bahwa Pendidikan selalu memiliki peran penting dalam kehidupan, Pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk individu, masyarakat, dan kemajuan sosial secara keseluruhan.
Pria kelahiran 17 Juli 1966 itu memiliki latar pendidikan yang kuat dengan gelar yang di sandangnya sebagai Doktor. Ia memulai pendidikannya dari tingkat Sekolah Dasar pada tahun 1971 hingga lulus di tingkat Sekolah Menengah Atas tahun 1983 di kampung halamannya, Sinjai, Sulawesi Selatan.
Lulus Sarjana Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Makasar tahun 1988, Magister Ilmu Politik Fisip Universitas Indonesia Jakarta tahun 2007, dan lulus program Doktor Ilmu Politik Fisip Universitas Indonesia Depok tahun 2015.
Kang Sabil menuturkan bahwa pendidikan berperan sebagai pondasi pembangunan pribadi seseorang.
Melalui pendidikan seseorang dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman hingga terbentuknya kerangka berfikir yang baik untuk menjalani tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tambahnya Pendidikan memiliki banyak peran penting dalam kehidupan, baik pendidikan secara formal maupun non-formal. Dengan Pendidikan seseorang bisa menjadi terdidik, memiliki kerangka atau konstruksi berfikir yang baik yang nantinya sangat berperan guna menjalani kehidupan” kata Kang Sabil.
Selain pendidikan formalnya, Kang Sabil juga aktif di berbagai organisasi hingga partai politik sebagai media pendidikan non-formalnya. Berbagai peran dan jabatan yang di jalaninya di organisasi dan partai politik adalah pendidikan yang nyata untuk membentuk karakter diri. Hal tersebut tentunya dengan melalui prose belajar yang cukup panjang.
Ada satu kata yang selalu tersemat dari hasil pendidikan ialah belajar, Kang Sabil menyampaikan Pesan “cara agar orang bisa mencapai individu yang terdidik melalui proses pendidikan adalah dengan belajar, dan cara terbaik untuk belajar adalah dengan mengajar.
Mengajari diri dengan berbagai hal dan mengajarkan kembali kepada orang lain sebagai proses pemahaman yang matang dari setiap hal yang di pelajari, tuturnya.*(Ridwan)
