Dugaan tindak kekerasan terhadap siswa oleh seorang guru di SMA Mutiara Sandi Baleendah Kab. Bandung

Kab. Bandung,jurnalpolisinasional com.
Kejad,ian yang dianggap memalukan serta mencoreng dunia Pendidikan kini terulang kembali.
Kali ini menimpa salah seorang siswa disalah satu sekolah swasta SMA/SMK Mutiara Sandi yang berada diwilayah Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.

Berawal dari adanya kegiatan sekolah, dalam perayaan HUT RI ke 78, tepatnya, Sabtu tanggal 19 Agustus 2023 dilapangan komplek sekolah tersebut.
Dengan adanya salah satu video yang didapatkan oleh awak media serta keluhan warga yang sempat menonton vidio tersebut.
Awak media langsung mendatangi sekolah untuk konfirmasi tentang kebenaran dan memastikan kejadian tersebut kepada fihak sekolah , yang saat itu kepala sekolah sedang tidak ada ditempat.

Pada kesempatan itu, 2 orang guru yang dapat kami wawancarai dari fihak sekolah, yang mengaku sebagai wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan (Trs ) dan bidang Administrasi, menyatakan bahwa kejadian dugaan tindak kekerasan tersebut benar – benar terjadi.

Beliau berharap kepada awak media : untuk selektif dan memberikan keterangan yang didasari dengan bukti – bukti serta diharapkan ada konfirmasi terlebih dahulu dalam menyajikan pemberitaan / jangan asal jepret ! Katanya

Namun setelah diperlihatkan bukti vidio tersebut beliau berharap agar di hapus agar tidak viral kepada rekan media yang turut konfirmasi.
Hal tersebut menguatkan dugaan telah terjadi himbauan dari fihak sekolah kepada siswa – siswi yang mendapatkan vidio kejadian untuk menghapusnya, agar tidak diketahui / tersebar luas , yang diindikasikan sebagai upaya untuk menghilangkan bukti.

Lain halnya dengan pengakuan yang diduga sebagai pelaku pemukulan ( Jyn ) yang mengakui secara terus terang , bahwa : memang kejadian itu benar adanya.
Dalam keterangannya beliau mengatakan.
Berawal dari permintaan para siswa yang ingin membuat konten.
Tampak dalam vidio tersebut para siswa membentuk lingkaran , juga tampak ada fleer asap dalam kegiatan tersebut.
Dalam suasana tersebut para pelajar bernyanyi dan bersorak dalam yel,yel penuh dengan suasana euporia
Namun seseorang berbaju merah, tampak memukul salah seorang sebanyak 2 kali dan mengejar keluar lingkaran hingga vidio tersebut berakhir.

Sesuai dengan keterangan yang disampaikan melalui telepon, beliau mengakui bahwa kejadian tersebut dipicu dari adanya pemukulan yang dilakukan oleh korban kepadanya, sehingga dia membalasnya.
Namun kejadian tersebut telah dilakukan kesepakatan, yang tidak akan saling menuntut.
Saat ditanya tentang perbuatannya tentang etika sebagai pendidik dan pengajar, beliau mengaku khilaf dan terpancing serta beliau mengaku bersalah dan siap menanggung konsekwensi dari perbuatannya tersebut, dan siap dikeluarkan dari kelembagaan pendidikan.
Demi menebus semua kesalahannya dalam kejadian tersebut.
Tegasnya

A Sudrajat