Jurnalpolisinasional (Kab Bandung) – Dengan telah diberlakukannya penggunaan Kartu Tani untuk pupuk bersubsidi yang berpedoman pada E-Alokasi Pupuk bersubsidi. yang di tetapkan Pemerintah.
Ratusan kelompok tani wilayah Pacet hadiri pertemuan sosialisasi kartu tani pupuk bersubsidi.yang di gelar oleh Balai Penyuluhan Pertanian(BPP) Pacet. Rabu 1 Pebruari 2023.berlangsung di Aula BPP Ciparay Pacet, Keluhan petani di kabupaten Bandung Jawabarat.tepatnya di wilayah Kecamatan Pacet.dalam mendapatkan pupuk bersubsidi dengan Kartu Tani.tidak dapat memenuhi kebutuhan masa tanam,
Kartu Tani yang telah digunakan para petani , masih dianggap belum efektif dalam penggunaannya..Pasalnya beberapa petani di Kabupaten Bandung mengeluhkan adanya kekurangan pupuk bersubsidi yang diterima. hal ini berdampak pada hasil tanaman yang mereka miliki tidak dapat menghasilkan produksi secara maksimal.
Seperti halnya; BPP Pacet, Dodo Juanda S.P, mewakili Koordinator BPP Pacet, Ade S.P, ketika ditanya, JPN, menyampaikan; Dengan di adakan ya sosialisasi Kartu Tani Dan E-Alokasi Pupuk Bersubsidi ini diharapkan bisa di sampaikan oleh semua kelompok tani utamanya pada keluarga anggota kelompok tani.di wilayahnya masing – masing.supaya tidak terjadi moskomonikasi antara semua stikholder. dan tolong ini semua adalah merupakan suatu rancangan Pemerintah, Harapnya, Dodo Juanda Sp, ditempat yang sama disampaikan juga. Ketua Kelompok Tani Mitra Tani.Desa Mandalahaji Kecamatan Pacet,Suhendar, mengatakan; Intinya dengan adanya pertemuan ini inti dari permasalahan tentang Pupuk bersubsidi.dan berbagai kendalanya yang menyangkut masalah Kartu Tani.itu sebetulnya kami yang ada Diwilayah utamanya anggota kelompok tani.sangat berharap banyak keluh kesah kami yang kendala kemarin yang ada di lapangan.baik dari sisi distribusi ketersediaan Pupuk segala macam itu mengakibatkan terkendala juga Dilapangan dari sisi Aplikasi polatanam utamanya juga kadang – kadang stok persediaan yang bersubsidi itu berkurang.Intinya dengan adanya ini justru saya berharap kedepannya ada perbaikan.baik dari sisi Regulasi utamanya dari Pupuk bersubsidi.persediaan jangan sampai Pupuk itu harganya mahal.persediaannya juga tidak ada.jadi di sisi lain Petani merasakan anggota kelompok termasuk Petani suasana kebatinan ketika masuk mau mupuk Pupuk nya tidak ada itu mengakibatkan kadang -kadang galow, intinya kami yang ada Diwilayah utamanya Petani berharap banyak baik kerjasama dari pihak Pendamping, PPL ,yang selama ini memang sudah bagus.cuman permasalahannya dari sisi kemarin itu kendala dengan berbagai teknis bagi distributor segala macam termasuk kadang – kadang ngundang pitnah juga.Ucapnya, lanjut, Suhendar, Kami anggota kelompok menyangka itu Ketua Kelompok yang tidak bisa ngurusin dan.ketua kelompok ada Regulasi ada koordinasi sama Pendamping.itu juga kadang – kadang jadi pitnah intinya kami berharap yang ada di daerah itu sejatinya Petani itu ketersediaan termasuk harga apalagi subsidi yang tercanang dan tertuang di undang – undang itu Terimflentasi di lapangan.
Sejatinya kami berprinsip mudah – mudahan kami itu bertani ada hikmahnya.Jangan salah Nasi yang dimakan hari ini bukan tanaman sore kemarin. itu intinya ada proses disana ada tenaga ada keringat ada utang bahkan ketengkulak segala macam.maka Regulasi dari Pemerintah itu sangat berharap banyak saya mengharapkan sebagai Petani.sekian saja kami atas nama Petani mengharapkan Regulasi dan istilahnya antisipasi tentang kendala kemarin ada solusinya, Pungkas,Suhendar, (***Agus Rachmat)
