Bandung.jurnalpolisinasional com, Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan. Arif Prigara Fathurohman, S.Pd., M.M., CHRM, berhasil meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Winaya Mukti (UNWIM) dengan prestasi gemilang, mencatatkan IPK 3,79. Prosesi wisuda dilaksanakan di Hotel The Trans Luxury, Bandung, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Pencapaian ini bukan sekadar sebuah gelar. Bagi Arif, gelar magister yang baru saja disandangnya menjadi penguatan kiprahnya sekaligus bukti nyata kesinambungan antara pengalaman profesional dan dunia akademik.
Perjalanan karier Arif sangat beragam. Tak hanya berkecimpung di bidang pemerintahan dan manajemen, ia juga memiliki pengalaman luas di dunia seni budaya, industri kreatif, pembinaan tim musikalitas, hingga manajemen operasional. Keberagaman ini menjadi modal berharga dalam membangun kemampuan kepemimpinan, komunikasi strategis, dan pengambilan keputusan yang berbasis analisis.Kemampuan manajerial tidak hanya dibangun melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui praktik langsung, kreativitas, dan keterlibatan nyata dalam berbagai aktivitas profesional,” ujar Arif.
Kini, Arif juga mengabdikan diri sebagai dosen di Jurusan Manajemen Universitas Winaya Mukti, Kampus Turangga, Bandung. Kehadirannya di ruang kelas membawa nilai lebih: mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami dinamika dunia kerja melalui pengalaman nyata yang dimilikinya.
Peran ini semakin penting di tengah perubahan dunia kerja yang begitu cepat. Perguruan tinggi dituntut mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif, berintegritas, dan siap bersaing. Di sinilah letak pentingnya sosok akademisi yang sekaligus praktisi — menjembatani teori dengan realitas lapangan.
Dengan gelar Magister Manajemen yang kini disandangnya, Arif Prigara Fathurohman semakin siap memperluas kontribusinya, baik sebagai akademisi maupun profesional di bidang manajemen sumber daya manusia.
Bagi Arif, keberhasilan pendidikan tinggi sesungguhnya tidak diukur dari angka di transkrip atau gelar di belakang nama semata, melainkan sejauh mana ilmu yang dipelajari dapat memberi manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan, kemajuan organisasi, dan kemaslahatan masyarakat.(**Ir Herman & Agus Rachmat)
